PENGANTAR: Keberhasilan seorang pegawai dalam mencapai sasaran kinerjanya harus ditunjang dengan kejelasan atas tugas, wewenang maupun tanggung jawab dari pekerjaan yang diembannya.  Sering terjadi, karena adanya tuntutan yang lebih responsive dalam menjawab tantangan perubahan bisnis, tidak diikuti dengan kejelasan tugas atau wewenang yang baru melalui penulisan (ulang) uraian pekerjaan pegawai yang bersangkutan.  Akibatnya organisasi berjalan tidak efektif, karena adanya tumpang tindih (overlapped) kegiatan dan atau saling melepas tanggung jawab. Pada gilirannya keadaan tersebut akan menurunkan kinerja organisasi secara lebih luas, bila tidak segera dilakukan upaya mempertegas tugas, wewenang dan tanggung jawab pegawai melalui langkah review atau penulisan ulang job description. Pemahaman bagaimana melakukan job analisaRead More →

PENDAHULUAN Pelatihan yang tidak efektif sering merupakan hasil dari desain yang buruk”, begitu kira-kira prinsip bila menginginkan kualitas baik dari sebuah pelatihan. Setiap langkah dalam penyusunan pelatihan harus saling terhubung. Proses kreatif tentu saja berperan besar dalam hal ini. Program ini dibuat untuk membantu anda dalam mendesain sebuah training. Program ini dirancang untuk membangun sebuah proses kreatif selama mendesain training, serta diusahakan untuk menciptakan emosi positif selama proses pembelajaran. MANFAAT TRAINING Melalui training ini, peserta akan mendapatkan manfaat: – Mampu memahami elemen penting dalam penyusunan program training – Mampu mengaplikasikan metode yang variatif dalam desain pelatihan – Mampu mengidentifikasi dan menyusun konten training yang kuatRead More →

PENDAHULUAN Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perusahaan harus diawaki para profesional yang memiliki motivasi tinggi dan mampu membangun Operational Excellence. Pengembangan dan manajemen SDM menjadi demikian penting dilihat dari dua segi: menyeimbangkan kebutuhan jumlah karyawan dengan laju pertumbuhan bisnis perusahaan, mengelola motivasi karyawan agar tetap kompetitif dan mengembangkan mereka untuk memiliki wawasan global, ketrampilan bisnis serta manajemen yang unggul dibandingkan dengan para profesional pesaing. Untuk menjadi mitra strategis para pengambil keputusan di perusahaannya, staff HR perlu menguasai proses HR dengan baik. Human Resources Officer Program (HROP) didesain untuk membantu para staff HR untuk mampu menjawab tantangan tersebut. TUJUAN TRAINING Melalui pelatihan basic human resources management iniRead More →

PENDAHULUAN Pentingnya peran HRD dalam merencanakan dan mengelola tenaga kerja menuntut pemahaman penanggung jawab HRD untuk mampu mengelola dan merencanakan kwantintas dan kwalitas tenaga kerja secara efektif dan efisien. Saat ini, peran HRD dituntut untuk tidak hanya sebagai “Pemadam Kebakaran” bagi setiap kebutuhan tenaga kerja, tetapi lebih dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan Unit Kerja dengan tetap memperhatikan tingkat produktivitas yang harus dicapai oleh Perusahaan. Melalui Manpower Planning, HRD dapat berperan sebagai “Sparing Patner” bagi Top Manajemen sekaligus sebagai “Fasilitator” bagi setiap kebutuhan spesifik Unit kerja. TUJUAN TRAINING – Mampu mengintegrasikan pemetaan proses bisnis dengan beban kerja – Mampu menyusun beban kerja berdasarkan key activities danRead More →

PENDAHULUAN Agar dapat menunjang target bisnis perusahaan, praktisi HR dituntut untuk dapat berkontribusi dengan program pelatihan yang menyokong ‘core competencies’ perusahaan. Untuk itu amat penting bagi praktisi HR menguasai teknik identifikasi yang baik agar dapat menghasil program-program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, bukan sekedar memenuhi target aktivitas pelatihan. Di lain sisi, sebagaimana aktivitas perusahaan yang lain, tentunya training juga harus memberikan suatu return yang lebih besar dari jumlah rupiah yang telah dibayarkan untuk membiayai suatu pelaksanaan training. Para pengelola HR selama ini banyak yang berbicara tentang manfaat training secara kualitatif, dengan gaya bahasa yang umumnya hanya dimengerti oleh orang-orang HR. Untuk dapat menjustifikasi manfaatRead More →

PENDAHULUAN Sebagai bagian dari program pengembangan SDM di perusahaan, training menempati posisi yang sangat penting. Karena membutuhkan dana yang tidak sedikit, program-program training yang tidak didesain dengan benar hanya akan memboroskan uang yang secara signifikan tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh karyawan peserta training maupun oleh perusahaan. Untuk mampu melihat kebutuhan dan mendesain program-program training, seorang Training Specialist perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai dalam melakukan analisa dan mendesain program yang dapat menjawab kebutuhan perusahaan dengan tepat. Selanjutnya, ia juga harus mampu menjalankan fungsi minimal sebagai trainer, mengadministrasikan dan melakukan evaluasi atas program yang dijalankan. Dan agar training dapat diterapkan dalam pekerjaan, seorang Training Specialist akhirnyaRead More →

PENDAHULUAN Program pelatihan bagi para People Development Analyst ini bertujuan untuk membekali calon, existing People Development Analyst atau para manajer HRD dengan keterampilan dan wawasan yang diperlukan untuk mengelola fungsi People Development dengan dengan adekuat, efektif dan optimal. Dikenal dengan title yang berbeda-beda di tiap perusahaan, posisi ini secara umum berfungsi melalui pengelolaan Karir, Talent Pool, Assessment, Training Management, Performance Management dan metode-metode lain sedemikian rupa agar dapat memastikan individu-individu dengan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang relevan tersedia ketika dibutuhkan oleh organisasi. Bagi organisasi-organisasi yang memprioritaskan investasi-nya ke pengembangan SDM, agar investasinya menjadi lebih efektif dan efisien, tak pelak lagi harus pula memprioritaskan pengembangan person/fungsiRead More →

PENDAHULUAN  Organisasi berbasis talent belakangan hadir sebagai elemen tunggal paling penting yang membedakan organisasi yang sustainable dan yang tidak. Produk, pelayanan, model bisnis dan metode pemasaran, semua dapat diduplikasi dengan cepat oleh para kompetitor, sehingga menyisakan hanya talent sebagai pembeda sejati. Era baru telah mengubah dunia usaha: Era Talent. Di era sebelumnya, perkembangan perusahaan ditentukan lebih banyak oleh suplai bahan baku, mesin dan akumulasi modal. Saat ini, potensi manusia telah dan akan menjadi katalis perubahan dan kekuatan global yang mendorong perkembangan ekonomi, politik dan sosial-budaya. Permintaan dan komposisi tenaga kerja berubah dalam rangka merespons trend ekonomi, sosial dan demografi. Kebutuhan akan keterampilan yang lebih spesifikRead More →

PENGANTAR : Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, perusahaan harus diawaki para profesional yang memiliki motivasi tinggi dan  mampu membangun Operational Excellence. Pengembangan dan manajemen SDM menjadi  demikian penting dilihat dari dua segi: menyeimbangkan kebutuhan jumlah karyawan dengan laju pertumbuhan bisnis perusahaan, mengelola motivasi karyawan agar tetap kompetitif dan mengembangkan mereka untuk memiliki wawasan global, ketrampilan bisnis serta manajemen yang unggul dibandingkan dengan para profesional pesaing. Untuk menjadi mitra strategis para pengambil keputusan di perusahaannya, staff HR perlu menguasai proses HR dengan baik. HR Development Program (HRDP) didesain untuk membantu para HR untuk mampu menjawab tantangan tersebut. POKOK BAHASAN : 1. Pengantar tentang HRD Human Resources PlanningRead More →

PENDAHULUAN: Wawancara berbasis kompetensi adalah teknik wawancara yang didasarkan pada gagasan bahwa perilaku masa lalu dan masa sekarang kandidat adalah prediktor terbaik dari bagaimana mereka akan berperilaku di masa depan. Hanya saja ciri-ciri perilaku ini tidak terlihat secara nyata di Curriculum Vitae atau resume. Mereka hanya dapat di-elisitasi dari beberapa metodologi, dimana salah satu metodologi yang paling umum adalah wawancara berbasis kompetensi. Di lain sisi, beberapa kualitas perilaku – seperti akuntabilitas kerja, problem solver, team player, service oriented – merupakan persyaratan pekerjaan yang penting dan tidak dapat dengan mudah disimpulkan recruiter atau user melalui teknik wawancara biasa. Dalam hal ini, wawancara berbasis kompetensi menggunakan terminologiRead More →